Belajar bisnis online yuk..!!

Kumpulkanlah kesalahan saat ini, karena kelak kumpulan kesalahan yang bernama pengalaman itu akan membawamu kepada puncak ke suksesan.





Nb: Alhamdulillah... berkat d'BC-Network, mamaku bisa punya penghasilan tambahan..
Mau tau caranya ?? lihat disini ya.. http://www.dBCN-KantorKedua.com/?id=arin84
Jika kamu takut melangkah, lihatlah bagaimana seorang bayi yang mencoba berjalan. Niscaya akan kau temukan, bahwa setiap manusia pasti akan jatuh. Hanya manusia terbaik lah yang mampu bangkit dari ke jatuhannya.






Asik..!!   Berkat d'BC-Network, sekarang mamaku punya gaji kedua.. Pingin tau caranya ??

Anak Bau Mulut, Normalkah?

Bau mulut selama ini memang identik dengan masalah orang dewasa, sehingga banyak orangtua yang kaget saat mencium bau tidak sedap dari mulut malaikat kecilnya.
Banyak sekali faktor yang menyebabkan napas berbau tak sedap. Namun pada anak-anak, napas berbau pada umumnya tidak berkaitan dengan penyakit serius. Penelitian tahun 1999 yang dimuat dalam Journal of Pediatrics menyebutkan, bau mulut pada anak mayoritas berasal dari masalah di dalam rongga mulut itu sendiri atau berkaitan dengan rongga hidung.
Penyebab utama bau mulut adalah karena kebersihan gigi yang buruk. Pembusukan sisa makanan oleh bakteri akan menghasilkan sulfur yang menguap. Mulut kering saat tidur, serta sisa makanan di sela gigi atau sekitar amandel yang mengendap juga bisa terurai menjadi produk yang menghasilkan bau.
Gigi berlubang juga dapat memicu bau mulut. Bila lubang gigi belum mengenai akar gigi biasanya anak belum merasakan nyeri, namun seringkali sudah menyebabkan bau mulut.
Faktor lain adalah penyakit sinusitis akut dan kronik. Pada kasus ini, bau mulut bukan satu-satunya gejala. Sinusitis pada umumnya diikuti dengan batuk, demam, atau pembengkakan di rongga hidung. Bau mulut juga bisa menandakan adanya infeksi tenggorokan.
Untuk mencegah bau mulut, biasakan anak menyikat giginya secara rutin pada pagi dan malam hari. Minum banyak air putih agar mulut lembab juga membantu. Periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi adanya lubang atau gangguan lain pada gigi.

Sumber : TribunNews.com

KUE TOBU’U ALA HULONDALO (GORONTALO)

Bahan A :
500 gr Tepung beras
100 gr beras pulo
100 gr Gula pasir
2 sdm Pasta pandan
50 gr susu cair
900 cc Santan
100 gr nangka (diiris halus)

Bahan B :
100 gr Tepung beras
50 gr Susu cair
50 gr gula pasir
500 cc santan
Vanilla secukupnya

Cara membuat :
  1. Untuk bahan A, campur menjadi satu, aduk hingga rata
  2. Tuangkan adonan ke dalam cetakan yang terbuat dari daun pandan, lalu dikukus
  3. Untuk bahan B, campurkan bahan menjadi satu (kecuali irisan nangka), aduk hingga rata
  4. Setelah adonan A matang, tuangkan adonan B bersama irisan nangka, kukus hingga adonan B matang.
  5. Hidangkan bersama secangkir teh/kopi panas..



*********&&&&&&********

ASI Dapat Mengurangi Resiko Leukemia

Kanker darah atau yang biasa dikenal dengan Leukemia merupakan penyakit mematikan yang dapat menyerang siapa saja. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun berisiko terserang Leukemia. Bahkan Leukemia merupakan salah satu kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak, sekitar 30-40 persen anak menderita Leukimia.

Mendengar hal tersebut Bunda mungkin akan merasa khawatir. Namun Bunda dapat mencegahnya dengan memberikan ASI ke buah hati tercinta. Dengan memberikan ASI paling sedikit selama sebulan dapat menurunkan risiko terserang Leukimia sebesar 21 persen Sedangkan bila Bunda memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dapat menurunkan risiko
Leukimia sebesar 30 persen. Fakta tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Minnesota Cancer Center.

Pemicu terjadinya kanker pada anak biasanya disebabkan oleh kurangnya imunitas. Leukemia hanya bisa dicegah dengan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu diperlukan peranan ASI dalam membantu kekebalan tubuh bayi. Jadi jangan ragu lagi untuk memberikan ASI untuk buah hati Anda tercinta.

Sumber: www.infobunda.com